Senin, 05 Oktober 2015

Bekerja Sebagai Relawan, Eric Hensel Putuskan Menjadi Muslim


SAYA pikir keadaan ini hanya akan bertahan sekitar seminggu, namun tidak demikian. Saya hanya berkata, saya tidak akan mengambil risiko semua ini untuk apa pun, kecuali agar saya memiliki kepercayaan dan ini adalah sesuatu yang baru bagi hidup saya. Saya merasa seperti terlahir kembali dan tidak ada yang berbeda sama sekali dari Islam untuk hidup saya. Saya mengatakan syahadat pada saat itu, semua saya lakukan sendiri di kamar. Saya mencoba berdoa sebaik yang saya bisa tanpa benar-benar mengetahui apa-apa.

Pada saat itu, saya benar-benar menyerah. Ketika saya mengatakan apa-apa dalam hidup ini tidak ada artinya karena hal ini bisa berakhir besok, kecuali saya siap menghadapi apa yang akan terjadi . Sebelum menjadi muslim hidup saya tidak bermakna, saya hanya bersenang-senang menikmati hidup, tanpa memiliki tujuan.

Mendapat Dukungan dari Keluarga

Saya bepergian, tidak pernah di satu tempat dengan waktu yang lama untuk benar-benar menetap, jadi saya tidak menemukan persaudaraan, saya merasa kehilangan rasa kekeluargaan. Keluarga saya di AS adalah keluarga yang baik bagi saya, mereka juga telah mendukung jalan panjang yang saya lalui, tapi memiliki keluarga Islam, akan sangat mendukung anda, dan hal itu sangat penting dalam kehidupan setiap Muslim. Saya diberikan tempat yang nyaman untuk belajar bahasa Arab dan Islam.

Bekerja sebagai Sukarelawan

Saya bekerja sebagai sukarelawan. Dengan relawan lain, saya pergi ke semua daerah Emirat untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Kita bertugas untuk mendapatkan informasi dari keluarga, memastikan mereka benar-benar membutuhkan. Menemukan keluarga dari jaringan, lingkungan, dan amal. Pada dasarnya kita pergi mengunjungi mereka untuk menilai kebutuhan mereka secara lebih rinci.

Saya masuk ke pekerjaan ini ketika saya masih agak muda, saya ditugaskan oleh Amerika untuk membantu orang di daerah yang berbeda, namun sebagian besar pekerjaan datang setelah saya datang ke Timur Tengah. Kami melakukan banyak pekerjaan seperti pembangunan pemuda, saya melakukan hal ini sebagai jalan untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi saya pribadi, ini lebih memuaskan daripada berbisnis dengan mendapatkan keuntungan. Jadi saya sudah benar-benar bekerja pada sektor non-profit selama bertahun-tahun.

“…Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal,” (Al-Baqarah (2): 197).

Mempelajari Islam Lebih Mendalam

Setiap kali saya belajar membaca Al-qur’an, bahasa Arab, atau bahkan belajar beberapa dasar tentang Islam, semua itu adalah perjuangan terbesar yang anda temukan ketika anda menjadi seorang Muslim. Semua orang datang dan pergi, beberapa dari mereka mendukung anda, dan semua orang mengatakan ingin membantu anda.

Saya memaksakan diri sedikit demi sedikit di sana-sini untuk belajar lebih mendalam dan mencoba untuk berlatih beberapa bahasa Arab klasik dan bahasa Arab yangdigunakan sehari-hari untuk berkomunikasi. Semuanya telah diberikan kepada saya, saya sangat beruntung! Saya tidak merasa menderita karena harus menemukan cara yang sedikit berbeda dengan hidup saya dulu atau saya harus belajar untuk hidup yang lebih baik.

Jadi, sedikit demi sedikit saya mencoba belajar menjadi seseorang yang lebih baik. Saya pikir, saya kuat dan mandiri dalam semua hal, tidak tergantung pada begitu banyak orang untuk membantu saya di sepanjang jalan yang baik ataupun yang buruk, karena berbicara tentang persepsi saya dan pengalaman saya dari komunitas Muslim. Namun, berbicara tentang bagaimana anda harus menjawab untuk anda sendiri pada hari kiamat dan setiap hari dalam hidup anda. Ini bukan tentang orang lain, tetapi jawaban ada pada diri anda sendiri.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar